Senin, 17 November 2014

Prospek Industri Bambu

Prospek Industri Bambu

Brussel - Prospek industri bambu sangat menjanjikan. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas pada kerajinan tangan dan industri kecil, melainkan meluas sampai infrastruktur dan sumber energi terbarukan.

sumber: Eddi Santosa - detikFinance 

Brussel - Prospek industri bambu sangat menjanjikan. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas pada kerajinan tangan dan industri kecil, melainkan meluas sampai infrastruktur dan sumber energi terbarukan. 

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno dalamsambutan pada pertemuan investasi di sela-sela the 9th World Bamboo Congress di University of Antwerp, Belgia (11/4/2012). 

"Namun demikian, bambu bagi masyarakat di Indonesia masih terbatas pada pemanfaatan tradisional dan lebih bersifat kultural. Pelaku usaha juga masih terfokus pada kelapa sawit," ujar Dubes seperti disampaikanMinister Counsellor Pensosbud dan Diplomasi PublikPalupi S. Mustajab kepada detikfinance. 

Menurut Dubes, potensi bambu sebagai produk ramah lingkungan, multi-fungsi, dan menguntungkan, sangatlah besar apabila diperhatikan secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan industri bambu. 

Bambu mampu melepas 35% oksigen dan merupakan tumbuhan sangat berguna dalam menghijaukan tanah-tanah tidak produktif atau telah terdegradasi. Perkebunan bambu juga memberikan manfaat luas, tumbuh cepat, dan dapat dipanen dalam waktu singkat. 

"Di samping itu bambu juga dapat diolah menjadi panel, lantai, furnitur dan kebun bambu itu dapat menjadi lokasi penangkapan CO2, yang memiliki nilai ekonomi. Bambu memiliki citra sangat bagus sebagai material hijau," imbuh Dubes. 

Berdasarkan keterangan pengusaha dan investor bambu, antara lain Oprins NV dan Fiberstrength USA, nilai bisnis bambu di dunia saat ini mencapai US$ 7 miliar dan permintaannya dari waktu ke waktu terus meningkat. 

Eropa saja membutuhkan 700 ton panel bambu per bulan atau 8,4 juta ton per tahun, sementara AS membutuhkan 20 juta ton per tahun. 

Pertemuan investasi pada World Bamboo Congress tersebut diselenggarakan oleh World Bamboo Organization dan mempertemukan wakil dari pemerintah, investor dan juga masyarakat dalam membahas tentang prospek industri bambu. 

Sebelumnya Dubes menyampaikan indikator-indikator ekonomi Indonesia, prospek investasi di Indonesia, peluang dan tantangan dalam bisnis bambu di Indonesia, serta hal-hal yang telah dan sedang dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapinya. 

Indonesia mengirimkan delegasi terdiri dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Parekraf, yang dipimpin oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan Iman Santoso. 

Tujuan utama partisipasi Indonesia dalam kongres ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada pelaku industri dan juga masyarakat tentang potensi besar bambu dan produk-produk terkait dengan bambu. (es/es)

Sumber :  http://www.bambuawet.com/news/16/65/Prospek-Industri-Bambu/

Selasa, 11 November 2014

Bisnis Rebung Bambu Kuning tak Kenal Musim

Bisnis Rebung Bambu Kuning tak Kenal Musim



MINGGU ini, di luar dugaan, redaksi menerima lima surat e-mail, dari jaringan internet Mitra Bisnis, berupa beberapa permohonan tentang rebung bambu, yang dalam bahasa asing perdagangannya disebut bamboo shoot. Surat e-mail itu di antaranya datang dari Jepang, Inggris, Korea Selatan, Hongkong, Slovakia. 

Isi surat itu, berupa tawaran kepada para eksportir di tanah air, yang mampu memasok rebung bambu secara kontinyu ke negara-negara itu. Kalau permohonan sudah masuk ke jaringan internet, hal itu bukan main-main. Ini berarti, rebung bambu tsb, sekarang sudah jadi komoditas internasional di pasar global. 

Spesifikasi permohonan komoditas itu, dibuat secara jelas, dan dapat dimanfaatkan oleh para eksportir kita. Rebung yang diminta, umumnya dari jenis bambu kuning yang memang lebih baik dibandingkan rebung yang dihasilkan dari bambu-bambu lainnya.
Bambu kuning (Bambosa vulgaris Schard) termasuk famili Graminae, merupakan salahsatu jenis bambu yang merupakan komoditas bernilai ekspor tinggi. 

Tanaman ini, tersebar di daerah tropik dan sub tropik, walaupun terdapat juga di daerah dingin seperti Jepang, RRC, Chili, dan AS. Di seluruh dunia, diperkirakan terdapat lebih dari 700 spesies yang mewakili 60 negara. Dari jumlah itu, 300 spesies ternyata tumbuh di wilayah Asia.
Negara penghasil bambu terbesar adalah India, yang memiliki perkebunan bambu seluas 9 juta ha, yang disusul oleh RRC sebanyak 3 juta ha, kemudian diikuti Jepang seluas 1,2 juta ha. 

Di Indonesia, tanaman ini mudah beradaptasi dengan alam, dan tersebar dari sejak dataran rendah hingga ketinggian 2.000 m dpl (di atas permukaan laut). Dari sejumlah pohon bambu yang kita miliki, masing-masing memiliki karakter dan sifat yang berbeda, dan 30 spesies di antaranya tumbuh di Jawa. Namun dari sejumlah itu, hanya beberapa jenis saja yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk tanaman hias maupun kebutuhan industri dan makanan. 

Pabrik kertas Leces misalnya, bahkan sudah melirik bambu yang oleh masyarakat disebut bambu kuning ampel ini, sebagai bahan baku pembuat kertas, berkualitas tinggi. Para pedagang lumpia, mengakui selalu kekurangan stok rebung bambu kuning, sebagai bahan utama isi lumpia Semarang, yang kesohor itu. 

Bahkan, para pensiunan Dephutbun, yang tergabung dalam HPK (Himpunan Pensiunan Kehutanan), tahun 2001 akan mengekspor rebung bambu kuning ke Australia, Jepang, dan Prancis, yang dikemas dalam kaleng. 

Semula, Munawir, seorang guru SD di Dusun Kaliratan, Desa Ngombek, Kec. Kedungjati, Grobogan, Jateng, termasuk orang yang tidak yakin bambu yang oleh masyarakat dikenal sebagai penolak bala ini, mampu meningkatkan taraf hidupnya. Maklum di sekitar desanya, berhamparan lahan kritis yang dibiarkan berisi alang-alang, singkong, dan pisang, yang nilai ekonomisnya rendah. 

"Singkong dan pisang baru bisa dipanen setelah berusia enam bulan. Harganya pun boleh dibilang tidak ada. Satu tandan pisang, cuma seharga Rp 1.000,00,".....katanya membandingkan, seraya menunjuk sebatang pisang, kepada ÓMBÓ yang berkunjung ke Dusun Kaliratan, pekan lalu.
Tapi itu cerita lama. Kini di lahan kritis itu, nyaris telah ditumbuhi bambu kuning. Lahan yang tadinya cuma berisi alang-alang, singkong dan pisang, satu per satu tergusur oleh rumpun bambu kuning. 

Selain nilai ekonomis yang diperoleh, tanah di sekitar Dusun Kaliratan yang umumnya bertebing dan curam, kini pun aman dari erosi, karena akar bambu kuning yang berbentuk rimpang sangat kuat menahan erosi, terutama di tempat curam. 

Kisah sukses 173 orang warga Desa Ngombak, yang kini tergabung dalam KPPS (Kelompok Pelestari Hutan Sosial) "Kusuma", dalam membudidayakan bambu kuning, barangkali tidak akan pernah terjadi, jika saja seorang Asper Penyuluh Perum Perhutani KPH Semarang, Soehardi, BA, tahun 1996, tidak jeli melihat potensi yang bisa dikembangkan di desa yang berada di tepi areal KPH Semarang ini. 

Kepada "MB" Soehardi berkisah, sesaat setelah dipindahkan dari KPH Pati, ia dihadapkan pada masalah klasik yang kerap dihadapi Perum Perhutani, dengan masyarakat sekitar hutan. Melihat kondisi lapangan yang ada, maka "proyek" yang terlintas di benaknya adalah,  mengembangkan bambu kuning. Pertimbangannya sederhana, karena lahan di desa ini sebagian curam, dan kritis. 

Langkah awal yang ditempuhnya, bukanlah dengan mengumpulkan warga setempat untuk diberi penyuluhan agar mau menanam bambu kuning. Namun ia mensurvei 17 penjual lumpia yang ada di Kota Semarang.
Survei membuktikan, bahwa bahan baku isi lumpia Semarang yang terkenal itu, berasal dari rebung bambu kuning atau yang mereka kenal dengan bambu kuning ampel. Setiap harinya, para pedagang lumpia butuh rebung sebanyak 400 kg. 

"Padahal di Semarang, terdapat lebih dari 50 pedagang lumpia, dan kebutuhannya baru bisa dipenuhi 250 kg," tuturnya. Gayung pun bersambut, dari pengamatan kecil-kecilan terhadap para pedagang lumpia itu, ia juga mengetahui bahwa para pedagang pengumpul dari Mranggeng, sekitar 30 km dari lokasi, siap membantu memasarkan hasil rebung itu. Bahkan hingga kini, para pedagang itu sendiri yang datang ke lokasi untuk membeli hasil panen. 

Keunggulannya 

Usaha memasyarakatkan prospek budidaya ini, di tanah milik masyarakat di sekitar hutan, lambat laun ternyata mendapat respon positif. Dari demplot (lahan uji coba -red) tahun 1996 seluas 4 hektar, yang dibiayai Perhutani Unit I Jawa Tengah, sebanyak Rp 4 juta, kini telah menghasilkan 8.000 kg. 

Dengan harga rata-rata Rp 3.000,00/kg, maka warga desa itu paling tidak telah menikmati Rp 24 juta/bulan. Sebuah nilai tambah yang besar bila dibandingkan dengan hasil tani dari singkong atau pisang yang selama ini jadi andalan mereka. 

Dibandingkan rebung dari jenis bambu lain, rebung bambu kuning memiliki beberapa keistimewaan. Munawir, yang telah mengamati pertumbuhan bambu kuning sejak di demplot tahun 1996 mengatakan, panen rebung bambu kuning tidak mengenal musim. "Di musim kemarau pun rebungnya tetap ada," katanya. Ini berbeda dengan bambu biasa, yang hanya mengeluarkan rebung saat musim hujan. 

Dari sudut ekonomis ini, tentu saja menguntungkan. Sebab biasanya, harga rebung panenan di musim hujan justru anjlok, karena pasokannya yang berlimpah. Penurunan harga ini pun diakui Munawir. 

"Pada musim hujan harganya turun Rp 1.500,00/kg, namun kalau musim kemarau bisa mencapai Rp 4.500,00/kg,Ó tuturnya. Kenapa bisa begitu ? Karena ya, itu tadi, sementara rebung jenis lain tidak panen di musim kemarau, rebung bambu kuning tetap nongol, meski kemarau.
Rasa alias aroma, rebung bambu kuning lebih harum. Seratnya lebih lembut. Kalau pada rebung bambu biasa, selama ini anda butuh dua kali merebus agar tidak gatal di lidah, maka rebung bambu kuning cukup sekali rebus. 

"Setelah mendidih, air rebusannya tak perlu dibuang, langsung saja ditambahi bumbu, sudah bisa langsung dinikmati," ujarnya memberi tips. Menurutnya masyarakat keturunan Cina, yang banyak mengkonsumsi rebung, lebih memilih rebung bambu kuning.-
Artikel selengkapnya terdapat pada Tabloid Mitra Bisnis.

Sumber :http://yanworld2.blogspot.com/2012/10/bisnis-rebung-bambu-kuning-tak-kenal.html

Sabtu, 16 Februari 2013

MENGENAL BAMBU DAN MANFAATNYA TERHADAP KONSERVASI ALAM, KONSTRUKSI DAN KERAJINAN

BAMBU DAN MANFAATNYA

MENGENAL  BAMBU DAN MANFAATNYA TERHADAP   KONSERVASI ALAM, KONSTRUKSI DAN KERAJINAN
 

Oleh  :  Lieke Tan

PENDAHULUAN

Pengalaman gempa tsunami, banjir dan bencana alam lainnya, perlu mendapat perhatian seluruh lapisan masyarakat untuk lebih prihatin dan memperhatikan pola hidup dan tindak masyarakat dalam mempertahankan dan memelihara lingkungan sekitarnya.
 
Selain kebijakan pemerintah melalui Lembaga/Instansi penyelenggara yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan hidup, perlu dipertimbangkan setiap kebijakan-kebijakan dan penanganan masalah lingkungan secara terpadu dan efektif sehingga azas kelestarian produksi dan lingkungan selalu terpelihara dan berkesinambungan. 

Kondisi efek pemanasan global yang semakin memprihatinkan saat ini perlu segera mendapat perhatian untuk dilakukan tindakan kebijakan dalam rangka memulihkan kembali fungsi-fungsi hutan dan lingkungan alam melalui upaya konservasi alam secara baik, terarah dan cepat, sehingga kelestarian alam dan lingkungan dapat menjamin pemulihan keseimbangan ekosistem alam dan lingkungan hidup. Hutan di Indonesia sampai dengan tahun 2000 dari Eksekutif data strategis Kehutanan (2001) terdapat lahan kritis sebesar 23.242.881 ha (21,57 %) dari luas kawasan hutan 108.571.713 ha (untuk 23 propinsi yang telah ditetapkan dengan SK Menhut tahun 2001)

Kondisi ini perlu mendapat perhatian untuk dilaksanakan kebijakan reboisasi dengan memilih metoda, mekanisme dan jenis yang perlu untuk meningkatkan kualitas lingkungan dalam waktu pendek.  Salah satu alternatif kebijakan yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan bambu sebagai tanaman untuk reboisasi.    
Bambu merupakan produk hasil hutan non kayu yang telah dikenal bahkan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat umum karena pertumbuhannya ada di sekeliling kehidupan masyarakat.   Bambu  termasuk tanaman Bamboidae anggota sub familia rumput,  memiliki keanekaragam jenis bambu di dunia sekitar 1250 – 1500 jenis sedangkan Indonesia memiliki hanya 10%  sekitar 154 jenis bambu (Wijaya et al, 2004).

Bambu banyak digunakan masyarakat dalam memenuhi kehidupan sehari-hari meliputi kebutuhan pangan,  rumah tangga, kerajinan,  konstruksi dan adat istiadat..   Bambu memiliki multi fungsi pemanfaatan sebagai bahan makanan untuk manusia (Rebung), binatang (pucuk daun muda),  kebutuhan rumah tangga dan aneka kerajinan dengan berbagai tujuan penggunaan mulai dari cinderamata, mebel, tas, topi, kotak serba guna hingga alat musik serta konstruksi untuk pembuatan jembatan, aneka sekat, konstruksi rumah meliputi tiang, dinding, atap.  Kebutuhan adat istiadat bambu digunakan dalam upacara adat hindu dan budha diantaranya untuk upacara kremasi jenazah.  Sedangkan tujuan konservasi alam sangat efektif untuk reboisasi wilayah hutan terbuka atau gundul akibat penebangan karena pertumbuhan rumpun bamboo sangat cepat dan toleransinya terhadap lingkungan sangat tinggi serta memiliki kemampuan memperbaiki sumber tangkapan air sangat efektif

MANFAAT BAMBU
Kehidupan masyarakat  desa, bambu sangat dekat dan dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat desa mulai lahir (untuk memotong pusar bayi dan sunatan) sampai meninggal (kremasi jenazah).  Aktifitas kehidupan sehari-haripun tak luput dari pemanfaatan bambu sebagai bahan makanan (rebung), pembungkus makanan (daun), makanan ternak (pucuk muda), sapu lidi, kerajinan untuk kebutuhan rumah tangga, cinderamata dan mebeuler, industri (pulp dan kertas), konstruksi (jembatan, bangunan rumah, tiang, sekat,  dinding, atap dan penyanggah), bahan bakar dan untuk upacara adat      
 
Manfaat lain dari  bambu yaitu memiliki keunggulan untuk memperbaiki sumber tangkapan air yang sangat baik, sehingga mampu meningkatkan aliran air bawah tanah secara nyata.    Selain itu bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam, tidak membutuhkan perawatan khusus, dapat tumbuh pada semua jenis tanah (baik lahan basah/kering),  tidak membutuhkan investasi besar,  pertumbuhannya  cepat,  setelah tanaman mantap (3 – 5 tahun) dapat di panen setiap tahun tanpa merusak rumpun dan  memiliki toleransi tinggi terhadap gangguan alam dan kebakaran,.  Bambu juga memiliki kemampuan peredam suara yang baik dan menghasilkan banyak oksigen sehingga dapat ditanam  di pusat  pemukiman dan pembatas jalan raya

Memperhatikan manfaat bamboo, beberapa Negara asia  diantaranya china  telah menggunakannya bambu sebagai tanaman utama konservasi alam selain untuk memperbaiki dan meningkat sumber tangkapan air, sehingga mampu meningkatkan aliran air bawah tanah juga pertimbangan budaya dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui aneka kerajinan serta kebutuhan konstruksi.

Masyarakat Bali Desa Pakraman Angseri telah sukses menggunakan Bambu sebagai tanaman hutan rakyat seluas 12 ha, ternyata telah membantu menjaga dan memulihkan aliran air bawah tanah dan mata air panas, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan bamboo untuk usaha kerajinan  serta menunjang kehidupan komunitas kera untuk dijadikan sebagai tempat wisata  (Sumatera dan Peneng,  2005).

Bambu Center Pusat Study Ilmu Teknik UGM melalui program Magister Teknologi Bahan Bangunan dan Perhimpunan pecinta Bambu Indonesia (Perbindo) Yogyakarta, telah melakukan berbagai penelitian untuk memanfaatkan bamboo dalam konstruksi bangunan bagi wilayah-wilayah rawan gempa dan bencana alam.  Selain itu telah dilakukan pula pemanfaatan teknologi pengolahan bamboo melalui metoda pengawetan untuk meningkatkan nilai pakai bamboo, membuat balok bambu untuk tiang bangunan dan kuda-kuda, papan laminasi, papan panel dan atap bamboo. 
Manfaat bamboo dalam teknologi sangat menjanjikan, memiliki peluang industri dengan investasi kecil, penggunaan teknologi pengolahan sederhana dan siklus panen bamboo sangat pendek dan berkesinambungan.   

KONSERVASI ALAM
Konservasi alam sangat idealis dan  ngetrend diperbincangkan saat orang berbicara seputar kualitas lingkungan dan polusi.  Idealisme inipun sangat gencar disuarakan pencinta alam dan lingkungan hidup.  Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan karena membutuhkan pertimbangan yang terkadang sangat birokratis dan dilematis. 

Banyak konsep dan terobosan untuk mengatasi dan memelihara lingkungan  telah diketahui, namun kenapa sulit ...??  apa kesulitannya... ?? seolah berada dalam suatu lingkaran yang sulit memperoleh ujung dan pangkalnya untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi.  Kita sadari, konservasi alam dalam rangka pemulihan hutan dan fungsi-fungsi hutan  terhadap lahan-lahan kritis berbasis tanaman kayu sangat mahal dan membutuhkan perawatan dan waktu panjang.  Walaupun kita sadari pemerintah telah berupaya membuat berbagai cara untuk memulihkan kembali fungsi hutan pada lahan terbuka, lahan tidur dan lahan kritis untuk kepentingan masyarakat melalui program hutan kemasyarakatan yang berbasis swadaya masyarakat, namun masih memiliki banyak kendala pengelolaannya.

Data CIFOR telah memperkirakan hutan Indonesia sekitar 3,8 juta ha setiap tahun musnah akibat penebangan.  Memperhatikan kondisi demikian, berarti pemerintah perlu melakukan kebijakan jangka pendek untuk menyelamatkan sumber daya alam hutan  serta menjaga keseimbangan ekosistim, ekologi hutan dan plasma nuftah serta mengatasi kekeringan dan kerusakan habitat sumber daya alam yang ada.  Langkah bijaksana yang dapat diambil dalam jangka waktu pendek terutama untuk melindungi DAS adalah dengan menggunakan bamboo sebagai tanaman  reboisasi.  Pertimbangan menggunakan bamboo sebagai tanaman untuk penghijauan karena memiliki pertumbuhan sangat cepat,  investasi kecil, tidak membutuhkan perawatan khusus,  dalam usia  3 – 5 tahun telah memperoleh pertumbuhan mantap dan dapat dipanen setiap tahun.  Selain itu dapat dilakukan penanaman campuran secara silang dengan tanaman berkayu (pohon) untuk tujuan pemulihan fungsi hutan kembali dalam jangka pendek. 

Utthan centre dalam upaya konservasi  pada lahan bekas penambangan batu di India  melakukan penanaman hutan bamboo seluas 106 ha, ternyata dalam waktu 4 tahun permukaan air bawah tanah meningkat 6,3 meter dan seluruh areal penanaman menghijau serta memberi pekerjaan kepada sekitar 80% penduduk setempat dan menambah pendapatan masyarakat melalui industri kerajinan bamboo. (Tewari, 1980 dalam Garland 2004)

Hasil studi Akademi Beijing dan Xu Xiaoging,   melakukan inventarisasi dan perencanaan hutan  dengan melakukan studi banding hutan pinus dan bamboo pada DAS ternyata bamboo menambah 240% air bawah tanah lebih besar dibandingkan hutan pinus.  (Bareis, 1998, dalam Garland 2004))
Bamboo sebagai pilihan utama untuk reboisasi pada daerah aliran sungai terutama lokasi  sumber tangkapan air,  karena memiliki kemampuan mempengaruhi retensi air dalam lapisan topsoil yang mampu meningkatkan aliran air bawah tanah sangat nyata.

China selain pertimbangan nilai konservasi menanam hutan bamboo untuk kepentingan  sumber air dan irigasi terdapat  perhitungan ekonomis yang memiliki nilai komersial tinggi, didukung nilai adat dan  budaya telah melakukan penanaman hutan bambu  seluas 4,3 juta ha yang  mampu menghasilkan bambu sebanyak 14,2 juta ton/tahun.   Kondisi hutan bamboo di China telah mencapai 3 % dari total hutan  dan telah berhasil memberi kontribusi sekitar 25% dari total ekspor sebesar US $ 2,8 milyard  (SFA, 1999,  dalam Garland, 2004)..   

Suksesnya penanaman bamboo di Negara Asia lainnya, telah memberikan dorongan strategi Indonesia untuk melakukan gebrakan secara nasional untuk menyelamatkan sumber daya alam hutan khususnya daerah aliran sungai dan sumber tangkapan air dalam jangka pendek, sehingga ancaman kekeringan yang diprediksi dengan efek pemanasan global ke depan dapat diatasi dengan  menggunakan bamboo sebagai tumbuhan yang perlu mendapat perhatian untuk reboisasi.  Bambu dan manfaatnya sudah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1995,  namun pertimbangan eksploitasi kayu lebih mendapat perhatian utama karena memiliki nilai komersial diperhitungkan lebih tinggi dari bamboo.   

KONSTRUKSI
Bambu pada umumnya telah dikenal masyarakat luas dan dalam konstruksi tidak disadari masyarakat lebih memilih bamboo, seperti  untuk tiang penyanggah gedung bertingkat apabila dalam pembangunan/pengecatan, karena mudah diperoleh, murah dan ukuran lebih panjang dengan kekuatan yang mampu menjamin kekokohan penyanggah.
Bambu memiliki keawetan yang sangat rendah, mudah diserang microorganisme dan serangga sehingga untuk penggunaan jangka panjang orang tidak memilih bamboo.  Memperhatikan manfaat dan kekuatan bamboo, telah diupaya langkah pengawetan untuk meningkatkan nilai pakai bamboo sehingga mampu dipakai untuk waktu lama.

Tanpa pengawetan di tempat terbuka bamboo hanya dapat digunakan 1 – 3 tahun,  apabila dibawah naungan/terlindung  4 – 7 tahun,  dan pada kondisi ideal dapat digunakan 10 – 15 tahun,  apabila dengan pengawetan dapat digunakan lebih dari 15 tahun (Liese, 1980 dalam Morisco 2005)   
Bambu center Pusat Study Ilmu Teknik UGM melalui program Magister Teknologi Bahan Bangunan dan Perhimpunan pecinta Bambu Indonesia (PERBINDO) Yogyakarta, telah melakukan berbagai penelitian tentang pemanfaatan bamboo bagi konstruksi bangunan tahan gempa, serta rancangan perumahan rumah sangat sederhana yang menggunakan bahan bamboo untuk  tiang, dinding, kuda-kuda dan atap. 

Konstruksi bangunan yang menggunakan bamboo telah digunakan turun temurun oleh masyarakat adat Toraja, rumah tongkonan dengan menggunakan bamboo sebagai konstruksi penutup atap dan penyanggah sangat baik untuk sirkulasi udara dan memuiliki nilai arsitektur tinggi serta nilai adat yang khas. 
Penggunaan bamboo untuk tujuan konstruksi bangunan jangka panjang sebaiknya dilakukan pengawetan lebih awal, agar bamboo yang digunakan memiliki nilai pakai yang dapat menjamin waktu pakai lama.

INDUSTRI  KERAJINAN
Pengembangan wirausaha Indonesia terus digerakan dan telah mendapat perhatian banyak kalangan diluar Maluku dengan fokus pola usaha kerajinan tangan.   Salah satu bahan baku yang melimpah ruah, murah dan mudah diperoleh adalah bamboo, sehingga tidak merupakan kendala dan bahkan industri kerajinan tangan diluar Maluku memiliki nilai persaingan yang tinggi.  Akibatnya para wirausaha kerajinan  berusaha bersaing untuk meningkatkan kualitas, penampilan dan manfaat produk barang yang dihasilkan  agar dapat diserap oleh pasar dalam dan luar negeri. 

Kendala produk kerajinan  berbasis bamboo adalah keawetan bamboo yang rendah, sehingga untuk meningkatkan nilai pakai dan kualitas produk, telah dilakukan  pengawetan bamboo sebelum dimanfaatkan.   Aneka bentuk kerajinan mulai dari kebutuhan rumah tangga, cinderamata,  perdagangan dan industri telah banyak diperkenalkan di pasaran.

PENUTUP
Mengenal bamboo dan  manfaatnya melalui uraian singkat diatas diharapkan dapat merupakan wacana dalam kebijakan pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk mengambil manfaat sesuai konteks kebijakan dalam rangka melindungi dan merehabilitasi kawasan hutan dalam waktu pendek untuk tujuan konservasi, khususnya pada wilayah DAS yang sangat rawan banjir dan wilayah sumber tangkapan air untuk meningkatkan aliran air bawah tanah berkaitan dengan kebutuhan air bersih masyarakat  dan pada hutan terbuka/gundul akibat pola usaha pertanian.

KESIMPULAN
1.      Bambu merupakan tanaman yang dapat ditanam pada tanah kering/basah, tidak membutuhkan perawatan khusus, investasi kecil,  kemampuan toleransi terhadap lingkungan tinggi memiliki multifungsi sebagai bahan makanan, pembungkus, kerajinan, konstruksi dan industri
2.     
Tanaman bambu memiliki nilai konservasi tinggi karena mampu memberi  perkuatan permukaan tanah, melalui kemampuan mempengaruhi retensi air dalam  lapisan topsoil, sehingga mampu meningkatkan aliran air bawah tanah   
Daftar Pustaka
Sumantera, I. W. dan  I. N. Peneng,  2005.  Pemberdayaan Hutan bamboo sebagai penunjang sosial ekonomi masyarakat Desa Pakraman Angseri, tabanan, Bali.  Prosiding Perkembangan Bambu Indonesia. Jogya
Morisco,  2005.  Rangkuman penelitian Bambu di Pusat Studi Ilmu Teknik UGM (1994 – 2004).  Prosiding Perkembangan Bambu Indonesia. Jogya
Anonimous,  2001.  Eksekutif Data Strategis Kehutanan.   Badan Planologi Kehutanan Dept. Kehutanan.  Jakarta.
Garland, L.  2004. Bamboo and Watersheds (a practical, economic solution to conservation and development).  EBF 
Environmental Bamboo Foundation Holland.   Bamboo : The Alternative for Tropical Timber.
The Environmental Bamboo Foundation Journal No. 1. 1996
Widjaja,  E. A.  2001.  Identikit Jenis-jenis Bambu di Kepulauan Sunda Kecil.  Puslitbang Biologi LIPI. Bogor.
Widjaja,  E. A.  2001.  Identikit Jenis-jenis Bambu di Jawa.  Puslitbang Biologi LIPI. Bogor.
Widjaja,  E. A., N. W. Utami dan Saefudin.  2004.  Panduan Membudidayakan Bambu .  Puslitbang Biologi LIPI. Bogor.

Sumber :  http://indonesiaforest.net/bambu.html

Minggu, 27 Januari 2013

Air Mineral Bambu sebagai Obat Herbal

Produk komersil obat herbal air mineral bambu

Air Mineral Bambu sebagai Obat Herbal

 
Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Air mineral bambu atau Air Bambu Eul-Eul mengandung 18,34 persen oksigin dan 5.95 mineral sehingga air ini sangat baik untuk proses penyembuhan berbagai penyakit secara alamiah, aman dan tanpa effek samping.Air


bambu eul-eul 2 sumber agusng sasongko republika online
 
Bambu Eul-Eul yang berkhasiat untuk membantu mengatasi berbagai jenis penyakit seperti jantung, tifus, rhematik, asam urat, batuk, kanker rahim, darah tinggi, ginjal, stroke, amandel, sakit gigi, tambah stamina, maag, ambeien, kencing manis, keracunan,migrain, dll.

Sekilas tentang Air Mineral Bambu 
  • Air mineral alami yang berasal dari ruas-ruas bambu.
  • Tumbuh berumpun atau hanya tumbuh beberarapa batang diantara puluhan bahkan ratusan tumbuhan bambu lain.
  • Semakin keatas batangnya semakin besar dan ruas-ruasnya semakin panjang serta akan semakin condong atau merunduk kebawah seiring bertambahnya usia tumbuhan tersebut karena ruasnya berisi air mineral. Seperti halnya tanaman padi.
  • Hanya tumbuh di daerah pegunungan / hutan tertentu , diatas 1200 dpl – 200 dpl ( diatas permukaan laut ).
  • Di negara Chna, air mineral ini sudah lama dikenal sebagai obat alternatif alami dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun di negara China sendiri sangat sulit untuk mendapatkan bambu tersebut karena kondisi hutannya cukup rawan dan cukup berbahaya.
  • Dengan izin Allah, terbukti mampu mengobati berbagai nacam penyakit dalam waktu singkat , dan sementara ini menjadi rating PERTAMA obat alami/ herbal.
  • Dimasukan kedalam kemasan botol baru, tanpa melalui proses mesin.Kenapa disimpan dalam bentuk kemasan ? karena jika disimpan dalam bentuk    bambunya sendiri , dalam waktu sekitar 2 minggu airnya akan habis menguap.
  • Rasanya tawar tetapi memliki aroma dan warna yang berbeda-beda.
Cara Minum
Cukup mengkonsumsi air bambu ini 3 x sehari terutama saat menjelang tidur. dan pada saat anda tertidur, proses regenerasi sel-sel tubuh yang rusak akan terjadi.
Air mineral bambu berkhasiat bagi penanganan penyakit  sbb : 
JantungTypus
RheumatikSesap Napas
AmandelAsam Urat
GinjalStroke
Batuk/AsthmaSakit Pinggang
AmbeyenKencing Manis
Kanker RahimKeputihan
ProstatDarah Tinggi
AlergiUsus Buntu
Susah TidurMenguatkan Nafas
Menambah StaminaMenambah Nafsu Seksual
Sakit GigiMenambah Daya Tahan Tubuh
PolipMaag/Asam Lambung
Tidak Besuara/PeuraMenghilangkan Kolesterol
TBCBatu Empedu
KeracunanSel Darah Putih Rendah
ImpotensiSakit Semasa Haid
Sakit PerutSusah BAB & Kencing
Migrain sakit kepalaLuka kecelakaan
Autiskatarak
Membuang racun/ nikotindll
Air Bambu Eul-Eul dapat dipesan dengan harga Rp.60.000 per botol (isi 600 ml) + ongkos kirim.hubungi: 0882 1081 6282 

Bila anda perlu artikel ini, Silahkan anda menyalin, mengcopy di :
http://kotakitaku-tamanbambunusantara.blogspot.com/
Sumber :  http://kotakitaku-tamanbambunusantara.blogspot.com/2012/07/air-mineral-bambu-sebagai-obat-herbal.html#more

Mengenal Serat Bambu untuk Bahan Cloth Diaper

cloth diaper

Mengenal Serat Bambu untuk Bahan Cloth Diaper

 
Ibu rumahtangga tidak asing dengan "Cloth diaper"atau clodi yaitu popok kain yang bisa dicuci dan dipakai lagi karena terbuat dari bahan tekstil alami atau sintesis atau kombinasi dari keduanya. Cloth diaper ini biasanya terdiri dari celana atau cover dan juga dilengkapi dengan lapisan penyerap atau istilahnya insert/soaker.

Bahan Cloth Diaper terbuat dari kain serat alami, yang biasa digunakan adalah wol, serat bambu (bamboo), dan rami (hemp). Sedangkan bahan sintetisnya ada yang terbuat dari handuk microfiber untuk lapisan penyerap (insert/soaker) dan polyurethane laminated (PUL) untuk lapisan luar (outer) yang sifatnya waterproof. Polyester bulu dan suede sering digunakan di dalam popok kain sebagai lapisan dalam (inner) yang bersifat stay dry (tetap kering) karena tidak menyerap cairan tetapi meneruskan cairan.

Jenis cloth diaper 

  • Pocket Diaper : berbentuk celana berkantung sehingga lapisan penyerap urin (insert) dimasukkan ke dalam kantung tersebut. Terdiri dari 2 lapisan yaitu outer yang berbahan waterproof (PUL atau TPU) dan inner yang berbahan suede, fleece, atau bambu.
  •  All-in-one Diaper: cloth diaper yang terdiri dari lapisan luar waterproof yang dijahit bersama-sama dengan lapisan inner dan lapisan penyerap (insert). Popok AiO adalah popok yang paling nyaman untuk digunakan karena hanya langsung digunakan seperti celana, namun membutuhkan waktu lebih lama untuk kering karena lebih tebal.
  •  All-in-two Diaper (AI2): Popok kain Ai2 memiliki 2 lapisan terpisah yaitu diaper cover yang bersifat waterproof dan soaker (lapisan insert yang dijahit bersamaan dengan liner). Sehingga apabila soaker sudah penuh, cukup mengganti soaker yang baru. Sementara diaper cover cukup dibersihkan dengan lap. Cocok untuk bayi yang baru lahir karena diaper cover bisa dipakai berulang-ulang, cukup dengan mengganti soaker.
  • Prefold Diaper: Popok kain modern berupa kain berlapis persegi panjang, terdiri dari lapisan samping kanan dan kiri serta lapisan tengah yang lebih tebal. Prefold diikat dengan pin atau snappy (peniti) dan digunakan bersama dengan cover penutup yang waterproof.
     
  • Flat/Square Diaper: Popok dari selembar kain bujur sangkar dilipat sesuai ukuran bayi. Seperti prefold diaper, dibutuhkan peniti dan cover yang waterproof.
  • Fitted Diaper: Popok yang mirip dengan popok sekali pakai dan terbuat dari beberapa lapis kain penyerap. Fitted memerlukan kancing atau loop/velcro untuk mengencangkannnya dan dibutuhkan cover waterproof. Dari : dodiceria.com
cloth diaper


Tempat Tidur Bambu yang di Modernisir

Tempat Tidur Bambu yang di Modernisir

Artistic Bamboo Bed 500x356 Handicraft Natural Products, Traditional Bamboo Bed
Foto & Materi oleh bigbobz.

Bambu sangat populer di daerah tropis yaitu Asia seperti di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Timur). Bambu merupakan tanaman yang sustainabel
sekali ditanam dapat dipanen terus menerus yang berbeda dengan pohon. Bambu banyak dibuat untuk rumah, barang seni atau kerajinan dan furnitur sebagaimana halnya dengan kayu.Pembuatan kerajinan bambu dilakukan dengan peralatan tradisional tetapi dapat menghasilkan karya seni yang baik.Tempat tidur bambu tradisional beratnya ringan, teksturnya baik , kuat dan sangat indah dengan komposisi warna yang klasik.

Beautiful Bamboo Bed 500x306 Handicraft Natural Products, Traditional Bamboo Bed


Traditional Bamboo Bed 500x280 Handicraft Natural Products, Traditional Bamboo Bed


Simple Bamboo Bed 500x355 Handicraft Natural Products, Traditional Bamboo Bed


Bamboo Bed Natural Products 500x356 Handicraft Natural Products, Traditional Bamboo Bed


Exotic Bamboo Bed 500x356 Handicraft Natural Products, Traditional Bamboo Bed


Original Bamboo Bed Products 500x356 Handicraft Natural Products, Traditional Bamboo Bed